Senin, 04 Maret 2019

Inilah Batasan Humor Menurut Agama Islam




Setiap orang pernah mengalami kesedihan, dan salah satu obat penawar sedih adalah dengan tertawa. Tertawa diperbolehkan dalam agama Islam, hal ini supaya pikiran kita kembali fresh, dan beban kesedihan pun hilang.

Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam dan para sahabat juga melakukan candaan, supaya suasana lebih akrab dan menyenangkan. Sayangnya, banyak yang menyalahartikan humor dengan siksaan terhadap orang lain. Membuat orang lain menderita hanya untuk tertawa. Lalu, bagaimana humor yang baik menurut agama Islam?

Inilah Batasan Humor Menurut Agama Islam

1. Tidak Menggunakan Kebohongan

Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam ketika melakukan candaan, selalu mengatakan kebenaran. Jadi, jangan menebar kebohongan hanya untuk membuat orang lain tertawa atau ditertawakan.
Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda, "Celakalah orang yang berbicara dan berbohong agar orang-orang tertawa. Celaka dia. Celaka dia. Celaka dia." (HR. Abu Daud No.4990 dan Tirmidzi No.3315)

2. Tidak Boleh Menghina Orang Lain

Humor yang dilakukan tidak boleh merendahkan, melecehkan, serta menghina orang lain. Namun, hal tersebut boleh dilakukan kecuali orang tersebut sudah rela dirinya ditertawakan.

3. Tidak untuk Menakuti dan Mengagetkan Orang Lain

Pernah mendengar istilah prank? Kurang lebih seperti prank, dimana kita tidak boleh mengagetkan atau menakuti orang lain, baik itu bergurau atau tidak. 
Diriwayatkan dari Nu'man bin Basyir, ia mengatakan, "Kami bersama Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam dalam suatu perjalanan. Kemudian tiba-tiba seseorang mengantuk di kendaraannya. Maka salah seorang yang lain mengambil panah dari sarungnya sehingga lelaki yang mengantuk tadi terkejut dan takut. Lalu Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda, "Tidak halal seseorang menakutkan seorang muslim"." (HR. Ath-Thabrani)

Selain itu, ketika seseorang kaget kita tidak pernah tahu apa yang terjadi, mungkin saja dia punya penyakit jantung dan langsung kambuh ketika kaget. Bisa saja karena kaget ia justru lari sehingga kecelakaan atau terjatuh.

4. Bergurau pada Tempat yang Tepat

Lihat kondisi tempat ketika akan bergurau. Jangan sampai ketika teman dilanda kesusahan, justru kita tertawa meskipun tidak menertawakannya, tapi hal tersebut dapat menyakitkan hati. Di masjid juga tidak boleh bergurau, karena disana orang-orang beribadah, sehingga akan sangat mengganggu ketika ada yang bergurau.

5. Tidak Berlebihan

Lakukanlah gurauan yang sekedarnya, tidak berlebihan, karena ketika berlebihan akan menimbulkan hal yang tidak baik. 
Ingat, Islam tidak melarang orang untuk bersenda gurau. Tapi, ada baiknya jika senda gurau dilakukan dalam porsi yang tepat dan tidak berlebihan. Sadarkah bahwa di dalam senda guraumu, mungkin ada satu atau dua hati yang merasa terluka akibat candaanmu. Jadi, berhati-hatilah!

Wallahu a'lam

Kamis, 24 Januari 2019

FILM PREMAN PENSIUN 2019

Rabu, 09 Januari 2019

Tutorial Hijab Anak

Jumat, 12 Oktober 2018

Khabib vs McGregor .. usai di ejek lawan Khabib ucapkan Alhamdulillah

Rabu, 10 Oktober 2018

Khabib vs McGregor .. usai di ejek lawan Khabib ucapkan Alhamdulillah

Selasa, 09 Oktober 2018

Kenapa Ada Hari yang Tanpa Bayangan


Menurut Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) RI pada 14 Maret 2018 lalu memposting penjelasan tentang fenomena alam ini di Instargam resminya, lapan_ri. Di situ dijelaskan bahwa ekuator bumi akan mengalami Hari Tanpa Bayangan. Matahari akan berada tepat di atas ekuator (khatulistiwa) pada 21 Maret 2018.Hal ini menjadi fenomena yang menarik bagi Indonesia yang terletak di garis ekuator.

Kejadian seperti ini berlangsung dua kali dalam setahun.Peristiwa berikutnya terjadi pada 23 September 2018.
Dengan demikian, saat tengah hari, apabila seseorang berada di wilayah khatulistiwa, maka matahari akan berada hampir tepat di atas kepala. Hal ini mengakibatkan tidak adanya bayangan. Istilahnya yaitu hari nirbayangan atau hari tanpa bayangan. Peristiwa ini terjadi karena bumi beredar mengitari matahari pada jarak 150 juta kilometer dengan periode sekitar 365 hari


Peristiwa ini dikenal sebagai vernal equinox (vernus = musim semi, equus = sama, noct = malam) karena pada hari itu, durasi siang dan malam di seluruh dunia akan sama, yakni 12 jam.

Di daerah ekuator, misalnya di Kota Pontianak, matahari akan berada di atas kepala saat tengah hari vernal equinox sehinga sebuah tugu tegak akan tampak tanpa bayangan. Pada 21 Maret 2018, matahari akan mencapai titik puncak/kulminasi pada pukul 11.50 WIB. Setelahnya, matahari akan turun perlahan hingga terbenam di titik barat sekitar enam jam kemudian.



Senin, 08 Oktober 2018

Curug Suaka Elang Loji